Jumat, 28 Agustus 2009

Surat At Takaatsur

Surat At Takaatsur terdiri atas 8 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Kautsar. Dinamai At Takaatsur (bermegah-megahan) diambil dari perkataan At Takaatsur yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Pokok-pokok isinya:
Keinginan manusia untuk bermegah-megahan dalam soal duniawi, sering melalaikan manusia dari tujuan hidupnya. Dia baru menyadari kesalahannya itu setelah maut mendatanginya; manusia akan ditanya di akhirat tentang nikmat yang dibangga-banggakannya.

1. Bermegah-megahan telah melalaikan kamu[1598],
2. sampai kamu masuk ke dalam kubur.
3. Janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui (akibat perbuatanmu itu),
4. dan janganlah begitu, kelak kamu akan mengetahui.
5. Janganlah begitu, jika kamu mengetahui dengan pengetahuan yang yakin,
6. niscaya kamu benar-benar akan melihat neraka Jahiim,
7. dan sesungguhnya kamu benar-benar akan melihatnya dengan 'ainul yaqin[1599].
8. kemudian kamu pasti akan ditanyai pada hari itu tentang kenikmatan (yang kamu megah-megahkan di dunia itu).

Minggu, 07 Juni 2009

oiya, ada yg kelupaan...kira2 nama blognya perlu diganti ngga ya...???

papua

papua....oh papua....
knp slalu jadi speechless tiap kali mengucapkan kata papua....

Saat ini aq sedang berada di BP Tangguh LNG Site, Bintuni,  Papua Barat. Sudah tiga minggu dsini dalam rangka eksekusi project Condition Monitoring - Vibration and Oil Analysis. Jumat depan sudah waktunya pulang. 
Walau tidak terlalu crowded dan hectic, aq tetep bisa merasakan apa yg terjadi dari hari ke hari disini.
Banyak hal baru yg aq pelajari, banyak orang baru yg aq temui, banyak pikiran baru yg aq dapati.

Tp sampe sekarang masih belum bisa konsisten update blog niy, masih suka males soalnya...hehee.

Oke, sudah waktunya pulang ke Matoa Camp. Badan mulai pegel2, sampe di camp langsung mandi, trus telpon seseorang, trus baca2, trus tidur deh...besok bangun jm 04.30 lagi, brangkat kantor jam 5.00 :)

see u tomorrow...

Senin, 01 Desember 2008

pesan 1

"Tidak ada satupun hamba-Ku yang ikhlas kuambil harta yg Kuberikan padanya, kecuali Kuganti dengan yang lebih baik. Tidak ada satupun hamba-Ku yang ridha dengan bala yang Kutimpakan padanya, kecuali Kunaikkan derajatnya. Dan tidak satupun hambaKu yang bersyukur, kecuali Kutambah nikmatKu padanya". 
Di hadits qudsi yang lain Allah menyatakan:
 "Barangsiapa yang tidak bersyukur atas nikmatKu, tidak bersabar atas bala yang Kutimpakan, dan ridho terhadap keputusanKu, keluarlah dari langitKu dan carilah Tuhan selain diriKu".

Mudah-mudahan semua jamaah dalam kondisi sebaik-baiknya mental dan fisik menghadapi Ujian Kenaikan Tingkat Kehidupan. Sebab sejatinya, tidak ada ujian kecuali buat naik kelas.

Jumat, 28 November 2008

Pengembangan Energi Terbarukan Sebagai Energi Aditif di Indonesia

Pendahuluan

Merupakan suatu kenyataan bahwa kebutuhan akan energi, khususnya energi listrik di Indonesia, makin berkembang menjadi bagian tak terpisahkan dari kebutuhan hidup masyarakat sehari-hari seiring dengan pesatnya peningkatan pembangunan di bidang teknologi, industri dan informasi. Namun pelaksanaan penyediaan energi listrik yang dilakukan oleh PT.PLN (Persero), selaku lembaga resmi yang ditunjuk oleh pemerintah untuk mengelola masalah kelistrikan di Indonesia, sampai saat ini masih belum dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan energi listrik secara keseluruhan. Kondisi geografis negara Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau dan kepulauan, tersebar dan tidak meratanya pusat-pusat beban listrik, rendahnya tingkat permintaan listrik di beberapa wilayah, tingginya biaya marginal pembangunan sistem suplai energi listrik (Ramani,K.V,1992), serta terbatasnya kemampuan finansial, merupakan faktor-faktor penghambat penyediaan energi listrik dalam skala nasional.

Selain itu, makin berkurangnya ketersediaan sumber daya energi fosil, khususnya minyak bumi, yang sampai saat ini masih merupakan tulang punggung dan komponen utama penghasil energi listrik di Indonesia, serta makin meningkatnya kesadaran akan usaha untuk melestarikan lingkungan, menyebabkan kita harus berpikir untuk mencari altematif penyediaan energi listrik yang memiliki karakter;

  1. dapat mengurangi ketergantungan terhadap pemakaian energi fosil, khususnya minyak bumi
  2. dapat menyediakan energilistrik dalam skala lokal regional
  3. mampu memanfaatkan potensi sumber daya energi setempat, serta
  4. cinta lingkungan, dalam artian proses produksi dan pembuangan hasil produksinya tidak merusak lingkungan hidup disekitarnya.

Sistem penyediaan energi listrik yang dapat memenuhi kriteria di atas adalah sistem konversi energi yang memanfaatkan sumber daya energi terbarukan, seperti: matahari, angin, air, biomas dan lain sebagainya (Djojonegoro,1992). Tak bisa dipungkiri bahwa kecenderungan untuk mengembangkan dan memanfaatkan potensi sumber-sumber daya energi terbarukan dewasa ini telah meningkat dengan pesat, khususnya di negara-negara sudah berkembang, yang telah menguasai rekayasa dan teknologinya, serta mempunyai dukungan finansial yang kuat. Oleh sebab itu, merupakan hal yang menarik untuk disimak lebih lanjut, bagaimana peluang dan kendala pemanfaatan sumber-sumber daya energi terbarukan ini di negara-negara sedang berkembang, khususnya di Indonesia.

Ramalan Kebutuhan dan Ketersediaan Energi Listrik di Indonesia

Dengan memperhatikan pertumbuhan ekonomi dalam sepuluh tahun terakhir, skenario "export-import" dan pertumbuhan penduduk, pada tahun 1990 diramalkan bahwa tingkat pertumbuhan kebutuhan energi listrik nasional dapat mencapai 8,2 persen rata-rata per tahun, seperti ditunjukkan dalam tabel-1 berikut.

Tabel-1
Ramalan Kebutuhan Energi Listrik
Sektor
1990
2000
2010
GWh
persen
GWh
persen
GWh
persen
Industri35.30568,084.82269,0183.38970,0
Rumah tangga9.86519.0022.239218.040.78916.0
Fasilitas umum3.6347,06.7316.012.7035.5
Komersial3.1156.08.8117,021.8698.5
Total51.919100.0122.603100.0258.747100.0

Sumber: Djojonegoro, 1992

Kebutuhan energi listrik tersebut diharapkan dapat dipenuhi oleh pusat-pusat pembangkit listrik, baik yang dibangun oleh pemerintah maupun non-pemerintah. Sebagai ilustrasi, pada tahun 1990 kebutuhan energi listrik sebesar 51.919 GWh telah dipenuhi oleh seluruh pusat pembangkit listrik yang ada dengan kapasitas daya terpasang sekitar 22.000 MW. Sehingga pada tahun 2010 dari kebutuhan energi listrik, yang diramalkan mencapai 258.747 GWh per tahun, diharapkan dapat dipenuhi oleh sistem suplai energi listrik dengan kapasitas total sebesar 68.760 MW, yang komposisi sumber daya energinya seperti diperlihatkan dalam tabel-2

Tabel-2
Prakiraan Penyedian Energi Listri di Indonesia
Sumber Energi199020002010
MWpersenMWpersenMWpersen
Batubara
Gas
Minyak
Solar
Panas Bumi
Air
Biomass
Lain-lain
(Surya Angin)
1.930
3.530
2.210
11.020
170
2.850
270
20

8.8
16.0
10.0
50.1
0.8
13.0
1.2
0.1 

10.750
7.080
1.950
9.410
500
7.720
290
160

28.4
18.7
5.2
24.8
1.3
20.4
0.8
0.4 

28.050
14.760
320
4.060
430
10.310
460
370

35.3
21.5
0.5
5.9
0.6
15.0
0.7
0.5

Total22.000100.037.860100.068.760100.0
Sumber: Djojonegoro, 1992 & Wibawa, 1996.

Dari tabel-2 ini tampak jelas terlihat, bahwa penggunaan minyak bumi, termasuk solar/minyak disel, sebagai bahan bakar produksi energi listrik akan sangat berkurang, sebaliknya pemanfaatan sumber-sumber daya energi baru dan terbarukan, seperti air, matahari, angin dan biomas, mengalami peningkatan yang cukup tajam. Kecenderungan ini tentu akan terus bertahan seiring dengan makin berkurangnya cadangan minyak bumi serta batubara, yang pada saat ini masih merupakan primadona banan bakar bagi pembangkit listrik di Indonesia.

Akan tetapi sejak tahun 1992 kebutuhan energi listrik nasional meningkat mencapai 18 persen rata-rata per tahun, atau sekitar dua kali lebih tinggi dari skenario yang dibuat pada tahun 1990. Hal ini disebabkan oleh tingginya pertumbuhan ekonomi nasional kaitannya dengan pertumbuhan industri dan jasa konstruksi. Jika keadaan ini terus bertahan, berarti diperlukan pula pengadaan sistem pembangkit energi listrik tambahan guna mengantisipasi peningkatan kebutuhan tersebut. Dilema yang timbul adalah bahwa di satu sisi, pusat-pusat pembangkit energi listrik yang besar tentu akan diorientasikan untuk mencukupi kebutuhan beban besar, seperti industri dan komersial. Di sisi lain perlu juga dipikirkan agar beban kecil, seperti perumahan dan wilayah terpencil, dapat dipenuhi kebutuhannya akan energi listrik. Salah satu alternatif yang dapat diupayakan adalah dengan membangun pusat-pusat pembangkit kecil sampai sedang yang memanfaatkan potensi sumber daya energi setempat, khususnya sumber daya energi baru dan terbarukan.

Peluang Pengembangan Energi Terbarukan di Indonesia

  1. Menipisnya cadangan minyak bumi

    Setelah terjadinya krisis energi yang mencapai puncak pada dekade 1970, dunia menghadapi kenyataan bahwa persediaan minyak bumi, sebagai salah satu tulang punggung produksi energi terus berkurang

    Bahkan beberapa ahli berpendapat, bahwa dengan pola konsumsi seperti sekarang, maka dalam waktu 50 tahun cadangan minyak bumi dunia akan habis. Keadaan ini bisa diamati dengan kecenderungan meningkatnya harga minyak di pasar dalam negeri, serta ketidak stabilan harga tersebut di pasar internasional, karena beberapa negara maju sebagai konsumen minyak terbesar mulai melepaskan diri dari ketergantungannya kepada minyak bumi sekaligus berusaha mengendalikan harga, agar tidak meningkat. Sebagai contoh; pada tahun 1970 negara Jerman mengkonsumsi minyak bumi sekitar 75 persen dari total konsumsi energinya, namun pada tahun 1990 konsumsi tersebut menurun hingga tinggal 50 persen (Pinske, 1993). Jika dikaitkan dengan penggunaan minyak bumi sebagai bahan bakar sistem pembangkit listrik, maka kecenderungan tersebut berarti akan meningkatkan pula biaya operasional pembangkitan yang berpengaruh langsung terhadap biaya satuan produksi energi listriknya. Di lain pihak biaya satuan produksi energi listrik dari sistem pembangkit listrik yang memanfaatkan sumber daya energi terbarukan menunjukkan tendensi menurun, sehingga banyak ilmuwan percaya, bahwa pada suatu saat biaya satuan produksi tersebut akan lebih rendah dari biaya satuan produksi dengan minyak bumi atau energi fosil lainnya.

  2. Meningkatnya kesadaran masyarakat akan pelestarian lingkungan

    Dalam sepuluh tahun terakhir ini, pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan pelestarian lingkungan hidup menunjukkan gejala yang positif. Masyarakat makin peduli akan upaya penanggulangan segala bentuk potusi, mulai dari sekedar menjaga kebersihan lingkungan sampai dengan mengontrol limbah buangan dan sisa produksi. Banyak pembangunan proyek fisik yang memperhatikan faktor pelestarian lingkungan, sehingga perusakan ataupun pengotoran yang merugikan lingkungan sekitar dapat dihindari, minimal dikurangi. Setiap bentuk produksi energi dan pemakaian energi secara prinsip dapat menimbulkan bahaya bagi manusia, karena pencemaran udara, air dan tanah, akibat pembakaran energi fosil, seperti batubara, minyak dan gas di industri, pusat pembangkit maupun kendaraan bermotor. Limbah produksi energi listrik konvensional, dari sumber daya energi fosil, sebagian besar memberi kontribusi terhadap polusi udara, khususnya berpengaruh terhadap kondisi klima.

    Pembakaran energi fosil akan membebaskan Karbondioksida (CO2) dan beberapa gas yang merugikan lainnya ke atmosfir. Pembebasan ini merubah komposisi kimia lapisan udara dan mengakibatkan terbentuknya efek rumah kaca (treibhouse effect), yang memberi kontribusi pada peningkatan suhu bumi. Guna mengurangi pengaruh negatif tersebut, sudah sepantasnya dikembangkan pemanfaatan sumber daya energi terbarukan dalam produksi energi listrik. Sebagai ilustrasi, setiap kWh energi listrik yang diproduksi dari energi terbarukan dapat menghindarkan pembebasan 974 gr CO2, 962 mg SO2 dan 700 mg NOx ke udara, dari pada Jlka diproduksi dari energi fosil. Bisa dihitung, jika pada tahun 1990 yang lalu 85 persen dari produksi energi listrik di Indonesia (sekitar 43.200 GWh) dihasilkan oleh energi fosil, berarti terjadi pembebasan 42 juta ton CO2, 41,5 ribu ton SO2 serta 30 ribu ton NOx. Kita tahu bahwa CO2 merupakan salah satu penyebab terjadinya efek rumah kaca, SO2mengganggu proses fotosintesis pada pohon, karena merusak zat hijau daunnya, serta menjadi penyebab terjadinya hujan asam bersama-sama dengan NOx. Sedangkan NOx sendiri secara umum dapat menumbuhkan sel-sel beracun dalam tubuh mahluk hidup, serta meningkatkan derajat keasaman tanah dan air jika bereaksi dengan SO2.

Kendala pengembangan Energi terbarukan di Indonesia

Pemanfaatan sumber daya energi terbarukan sebagai bahan baku produksi energi listrik mempunyai kelebihan antara lain;

  1. relatif mudah didapat,
  2. dapat diperoleh dengan gratis, berarti biaya operasional sangat rendah,
  3. tidak mengenal problem limbah,
  4. proses produksinya tidak menyebabkan kenaikan temperatur bumi, dan
  5. tidak terpengaruh kenaikkan harga bahan bakar (Jarass,1980).

Akan tetapi bukan berarti pengembangan pemanfaatan sumber daya energi terbarukan ini terbebas dari segala kendala. Khususnya di Indonesia ada beberapa kendala yang menghambat pengembangan energi terbarukan bagi produksi energi listrik, seperti:

  1. harga jual energi fosil, misal; minyak bumi, solar dan batubara, di Indonesia masih sangat rendah. Sebagai perbandingan, harga solar/minyak disel di Indonesia Rp.380,-/liter sementara di Jerman mencapai Rp.2200,-/liter, atau sekitar enam kali lebih tinggi.
  2. rekayasa dan teknologi pembuatan sebagian besar komponen utamanya belum dapat dilaksanakan di Indonesia, jadi masih harus mengimport dari luar negeri.
  3. biaya investasi pembangunan yang tinggi menimbulkan masalah finansial pada penyediaan modal awal.
  4. belum tersedianya data potensi sumber daya yang lengkap, karena masih terbatasnya studi dan penelitian yang dilkakukan.
  5. secara ekonomis belum dapat bersaing dengan pemakaian energi fosil.
  6. kontinuitas penyediaan energi listrik rendah, karena sumber daya energinya sangat bergantung pada kondisi alam yang perubahannya tidak tentu.

Potensi sumber daya energi terbarukan, seperti; matahari, angin dan air, ini secara prinsip memang dapat diperbarui, karena selalu tersedia di alam. Namun pada kenyataannya potensi yang dapat dimanfaatkan adalah terbatas. Tidak di setiap daerah dan setiap waktu; matahari bersinar cerah air jatuh dari ketinggan dan mengailr deras serta angin bertiup dengan kencang Di sebabkan oleh keterbatasan-keterbatasan tersebut, nilaii sumber daya energi sampal saat ini belum dapat begitu menggantikan kedudukan sumber daya energi fosil sebagai bahan baku produksi energi listrik. Oleh sebab itu energi terbarukan ini lebih tepat disebut sebagai energi aditif, yaitu sumber daya energi tambahan untuk memenuhi peningkatan kebutuhan energi listrik, serta menghambat atau mengurangi peranan sumber daya energi fosil.

Strategi Pengembangan Energi Terbarukan di Indonesia

Berdasar atas kendala-kendala yang dihadapi dalam upaya mengembangkan dan meningkatkan peran energi terbarukan pada produksi energi listrik khususnya, maka beberapa strategi yang mungkin diterapkan, antara lain:

  1. meningkatkan kegiatan studi dan penelitian yang berkaitan dengan; pelaksanaan identifikasi setiap jenis potensi sumber daya energi terbarukan secara lengkap di setiap wilayah; upaya perumusan spesifikasi dasar dan standar rekayasa sistem konversi energinya yang sesuai dengan kondisi di Indonesia; pembuatan "prototype" yang sesuai dengan spesifikasi dasar dan standar rekayasanya; perbaikan kontinuitas penyediaan energi listrik; pengumpulan pendapat dan tanggapan masyarakat tentang pemanfaatan energi terbarukan tersebut.
  2. menekan biaya investasi dengan menjajagi kemungkinan produksi massal sistem pembangkitannya, dan mengupayakan agar sebagian komponennya dapat diproduksi di dalam negeri, sehingga tidak semua komponen harus diimport dari luar negeri. Penurunan biaya investasi ini akan berdampak langsung terhadap biaya produksi.
  3. memasyarakatkan pemanfaatan energi terbarukan sekaligus mengadakan analisis dan evaluasi lebih mendalam tentang kelayakan operasi sistem di lapangan dengan pembangunan beberapa proyek percontohan .
  4. meningkatkan promosi yang berkaitan dengan pemanfaatan energi dan upaya pelestarian lingkungan.
  5. memberi prioritas pembangunan pada daerah yang meliki potensi sangat tinggi, baik teknis maupun sosio-ekonomisnya.
  6. memberikan subsidi silang guna meringankan beban finansial pada tahap pembangunan. Subsidi yang diberikan, dikembalikan oleh konsumen berupa rekening yang harus dibayarkan pada setiap periode waktu tertentu. Dana yang terkumpul dari rekening tersebut digunakan untuk mensubsidi pembangunan sistem pembangkit energi listrik di wilayah lain.

Pembangunan sistem pembangkit energi listrik yang memanfaatkan sumber daya energi terbarukan, terutama air, sudah banyak dilaksanakan di Indonesia. Pemanfaatan energi angin banyak diterapkan di daerah pantai, seperti di Jepara, pulau Lombok, Sulawesi dan Bali. Sementara energi matahari telah dimanfaatkan di beberapa wilayah di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dan wlayah timur Indonesia. Sebagian besar dari pembangunan tersebut berupa proyea-proyek percontohan.

taken from : http://www.indobiofuel.com/newsbiomass.php

Jumat, 21 November 2008

ini niy...akhirnya nemu makanan enak deket kantor...heheee,
kayaknya sementara baru jualan bebek n ayam gt (bakar maupun goreng)
tp tar kalo uda kluar smuwa menunya, dijamin enyaaaak de :)

mmmm, sayangnya gw lupa nama warungnya apaan...
heheee smoga tambah berkembang usaha warungnya ya bu :P





*Perumahan Deltasari Sidoarjo*

Sabtu, 25 Oktober 2008

PLN Jawa Bali Plant Audit 1

Woww...lumayan juga niy dapat project gede lagi. Stlh dulu ngerjain MOP di PJB selama 2004 hingga 2006 (yang notabene aq cuma bisa denger dongengnya aj dari orang2 MTS), skrg giliran PLN yg jadi customer. PLN Jawa Bali Plant Audit 2008.

Berduet dengan NuClear Services Group Inc., MTSi melakukan audit di PJB Paiton-Gresik-Muara Karang, IP Suralaya-Tanjung Priok-Tambak Lorok, n Tanjung Jati B. KickOff meeting hari selasa minggu lalu di kantor PLN Pusat Jl.Trunojoyo JakSel, rabu langsung start assessment di IP Suralaya. Semua berjalan lancar. Everybody gives a good appreciation n the top level management can drives his people being involved in this activity.

Bwtq jadi amazing banget aja, jadi bisa learn a lot ttg PLTU. Kalo ttg system n technology-nya uda lumayan banyak paham lah. Tp ttg asset management dg business method n process yg dijalankan oleh PLTU, ini jadi yg pertama kali bwtq untuk bersentuhan/terjun langsung, dimana sblm2nya cuma bisa belajar dari buku2 n jurnal2 aj. Ditambah lagi dengan aktivitas Plant Walkdown, bakal jadi advantage aj bwtq, dimana aq bakal bisa menjelajahi beberapa power plant yang ada di jawa, menyusuri tiap sudut unit power plant, dari coal pile, boiler building, turbine house, cooling water system, flue gas management system, dll. Teknologi yang digunakan antara power plant yg satu dengan power plant yang lain pasti akan bervariasi meskipun secara general gak bakal terlalu jelas terlihat bedanya. So, aq jadi bisa banding2in PowerPlantA dengan teknologiA dan business processA dibandingin dengan PowerPlantB dengan teknologi n business processnya sendiri. Bisa dipelajari banget kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Kerja bareng Earl (yg mantan Plant Manager TVA Kingston PowerPlant) dan Bill (yg mantan GM EPRI Solutions Inc.) menjadi hal lain yg excited banget. Dapat banyak sekali ilmu terapan dari mereka, bagaimana pengelolaan dan work culture PowerPlant di USA, bagaimana cara berpikir n bekerja mereka dalam proyek ini, hingga ke hal2 yg gak penting2 juga..hehee....

fyi, ternyata mereka ngrasa stress banget di Indonesia loh. Di setiap perjalanan darat, dalam mobil mereka pasti ngomel "How d'you can live with this terrible traffic....??? see, motorcycles overtake yur car from right side n left side....they pass in the same line with cars....no no...i wont drive here....although just trying..." kekekkk....yaa aq cuma bisa bilang kemereka. "okey, it must be very terrible for u both, but everybody recognize, if you're success driving in jakarta, then you'll be able to drive everywhere in the world...."...hahaa...mereka cuma geleng2. Yaa, se-crowded2nya traffic di amrik, katanya c gak se-gila traffic di indonesia gt....(kekekk....emang iya c)

oke then... Dua hari di Cilegon-Suralaya, kamis malam terbang ke Surabaya. Jumat pagi giliran ke PJB Gresik. Bill, Pak Dian, n aq melakukan assessment disana. Aktivitasnya serupa dengan di Suralaya. Aq nginep di kantor....lagi...(hehe5....ya gpp lah, masih bujang juga :p), n Senin sore besok abis dari Gresik, langsung terbang lagi ke Jakarta, trus langsung ke Semarang. hehee mbulet ae....masalahnya qta gak berhasil dapat tiket yg surabaya - semarang langsung...uda over booked. So, terpaksa rawariwi sby-jkt-smrg gt de..... Sedangkan Earl dan Pak Dian, ke PJB Paiton (waaah, sayang aq gak ikut ke paiton. kan lumayan bisa mampir rumah....hehe5...dan juga, di PJB Paiton aq bakal bisa ketemu sama bapaknya wyan sm niken, uda lama gak ketemu soalnya).

but at least, i enjoy all this stuff so far :)
n (always...) semangaaaat...!!!!